Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Mandiri T.A. 2026/2027 Telah Dibuka!
Jayapura, Papua
Pendidikan wisuda, pendidikan,akademik

ISBI Tanah Papua Gelar Wisuda VIbagi 15 orang wisudawan/i tahun 2026

12 Aug 2026, 14:18 Oleh: Admin Humas 39 Kali Dibaca

Jayapura, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua mewisuda 15 mahasiswa dari lima program studi dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda, di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (12/08/2026).

Rektor ISBI Tanah Papua, Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya, S.Sn., M.Si mengatakan, momentum ini menjadi penanda keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus langkah awal untuk berkontribusi dalam pengembangan seni dan budaya Papua.

Menurutnya, 15 wisudawan tersebut berasal dari Program Studi Seni Tari, Seni Musik, Desain Komunikasi Visual, Seni Murni, dan Kriya Seni.

“Wisuda periode ini, ISBI Tanah Papua meluluskan 15 wisudawan dari lima program studi yang kami miliki saat ini,” kata Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya, S.Sn., M.Si.

Menurutnya, dua wisudawan berasal dari Seni Tari, lima dari Seni Musik, lima dari Desain Komunikasi Visual, satu dari Seni Murni, dan dua dari Kriya Seni.

Dari jumlah tersebut, lima wisudawan meraih predikat cumlaude, yakni Agripina Canisia Moy Fatubun dari Prodi Seni Musik, Ardiani Nur Suri’ah dari Prodi Kriya Seni, serta Ansarina Rabiyah, Andika Ramadhan dan Rezky Firmansyah dari Prodi Desain Komunikasi Visual.

“Sementara satu lulusan kami Rezky Firmansyah menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,74 dan menyelesaikan studi tepat waktu,” ucapnya.Katanya, peningkatan jumlah lulusan ke depan diharapkan berjalan seiring dengan pengembangan institusi melalui pembukaan program studi baru.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, ISBI Tanah Papua membuka tiga program studi baru, yakni Pendidikan Seni Budaya, Film dan Televisi, serta Desain Produk.

“Selanjutnya, pada Tahun Akademik 2027/2028 direncanakan dibuka Program Studi Bahasa dan Sastra Papua serta Tata Kelola Seni,” ujarnya.

Katanya, sejumlah program studi tersebut belum tersedia di Tanah Papua. Bahkan Pendidikan Seni Budaya dan Bahasa dan Sastra Papua menjadi program studi yang secara khusus dikembangkan ISBI Tanah Papua.

“Ke depan, ISBI Tanah Papua berkomitmen untuk terus mengembangkan program studi baru secara bertahap guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di bidang seni dan budaya, khususnya di Tanah Papua dan kawasan Indonesia Timur,” kata Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya, S.Sn., M.Si.

Ia mengatakan, ISBI Tanah Papua ditargetkan mejadi pusat pendidikan seni dan budaya pasifik. ISBI Tanah Papua juga akan segera memperkenalkan logo baru yang merepresentasikan filosofi, semangat, nilai, visi dan misi institusi untuk mengantarkan institut itu menjadi pusat pendidikan seni dan budaya di kawasan Pasifik.

Logo tersebut lanjutnya, memuat simbol burung julang Papua atau taun-taun sebagai simbol penebar biji, serta mama Papua dengan noken yang melambangkan nilai kasih.

Nilai itu diperkuat dengan semboyan Per intelligentiam, Ingenium et Caritatem yang dimaknai sebagai kecerdasan dan keindahan yang berlandaskan kasih.

“Jadilah anda semua agen perubahan yang memperjuangkan ketiga nilai itu. Mulai dulu dari keluarga, di tempat kerja, dan di lingkungan masyarakat”.

Ia juga mengisahkan perjalanan ISBI Tanah Papua selama 11 tahun. Harus berpindah-pindah tempat belajar, mulai dari kawasan Expo, ruko hingga ruang ganti atlet di Stadion Macandra.

Kondisi itu berubah setelah ISBI Tanah Papua mendapatkan tempat di kawasan Bukit Isele pada 2026.

“Para wisudawan ini menjadi saksi peristiwa ini,” ucapnya.

Hanggar menegaskan, lulusan ISBI Tanah Papua tidak boleh hanya bergantung pada lapangan kerja formal. Akan tetapi para lulusan harus mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja melalui karya kreatif dan inovatif.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen dalam sambutannya mewakili Gubernur Papua mengatakan, keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kerja keras, ketekunan, doa serta dukungan keluarga, dosen dan seluruh civitas akademika.

Ia mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Tanah Papua.

“Gelar akademik saudara bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi amanah untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan terutama bagi Tanah Papua yang kita cintai bersama,” kata Aryoko Rumaropen.

Ia mengatakan, lulusan ISBI Tanah Papua memiliki tanggung jawab khusus karena Papua memiliki kekayaan bahasa, seni, tradisi dan kearifan lokal yang luar biasa.

Menurutnya, kekayaan budaya tersebut tidak hanya merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi modal strategis untuk membangun masa depan Papua yang berdaya saing.

“Seni bukan sekadar media ekspresi, melainkan kekuatan yang mampu membangun karakter, memperkuat identitas budaya, mempererat persaudaraan serta membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ucapnya.

Karena itu, ia berharap para lulusan ISBI Tanah Papua dapat menjadi seniman, budayawan, pendidik maupun pelaku ekonomi kreatif yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Papua.

Rumaropen mendorong para lulusan menjadi duta budaya Papua yang mampu memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Papua ke tingkat nasional maupun internasional.

Ia meminta para lulusan mengembangkan karya kreatif yang berakar pada identitas lokal tetapi memiliki daya saing global.

“Jadikan budaya Papua sebagai inspirasi lahirnya inovasi, lapangan kerja baru, penguatan sektor pariwisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Katanya, pembangunan Papua tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya dan penguatan karakter masyarakat.

Pemerintah Provinsi Papua pun membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat adat, dunia usaha, komunitas seni dan berbagai pemangku kepentingan.

Sinergi itu dipandang sangat diperlukan agar pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi kreatif Papua dapat tumbuh secara inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

ISBI Tanah Papua diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pengembangan seni, budaya, riset dan ekonomi kreatif di Tanah Papua.

Rumaropen berpesan kepada wisudawan, agar terus berkarya dengan hati, menjaga integritas dan nilai-nilai budaya Papua di mana pun berada.

“Jadilah pribadi yang rendah hati, terus belajar, mampu beradaptasi terhadap perubahan serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua,” katanya. (*)

Bagikan:
Kembali

Dapatkan Info Terbaru PMB ISBI

Masukkan email Anda untuk menerima brosur dan pengingat jadwal pendaftaran.