Sembilan Kampus Seni Indonesia (PTSI) Pamerkan Karya Visual di Gedung D Kemendikbudristek
admin web | 22 Mei 2024 | Dibaca 60 kali |

Seorang pengunjung melihat pameran Seni visual di Gendung D Kemendikbudristek, Jakarta, Senin (20/5/2024)

Jakarta, MINA – Sebanyak sembilan kampus seni ternama di Indonesia memamerkan ratusan karya seni visual di Gedung D Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jakarta.

Pameran yang akan berlangsung selama dua bulan pada 20 Mei hingga 9 November 2024 itu, terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek dengan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS PTSI).

Pelaksana tugas Sekretaris Ditjen Diktiristek, Tjitjik Srie Tjahjandarie mengapresiasi upaya untuk memperkokoh eksistensi perguruan tinggi seni Indonesia, khusunya melalui pameran karya seni visual ini.

“Ini adalah manifestasi dan wujud nyata komitmen kita dalam mengekspresikan dan memajukan karya seni budaya negeri kita,” kata Tjitjik dalam pidato pembukaan pameran seni visual, Senin (20/6).

Sementara itu, Ketua BKS PTSI yang juga Rektor Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Febri Yulika mengatakan, pameran ini dimaknai dengan sebagai diplomasi budaya.

Pameran yang digelar dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini digagas untuk memaknai semangat berdikari untuk negeri melalui karya seni visual.

“Bahwa kampus seni di Indonesia itu tidak tidur tetapi selalu aktif menghasilkan karya-karya inovasi yang konteksual,” katanya.

Dalam pameran ini, Gedung D Kemendikbudristek disulap menjadi galeri seni visual karya mahasiswa maupun dosen perguruan tinggi seni. Sekitar 324 karya seni visual dipamerkan meliputi seni lukis, seni patung, karya rancangan fashion, instalasi, hingga karya seni pertunjukan.

Sembilan perguruan tinggi seni yang berpartisipasi dalam pameran ini yakni, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Denpasar, ISI Tanah Papua, ISBI Bandung, Institut Kesenian Jakarta, dan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

 

 

 

BAGIKAN :